Untukbertahan hidup , tanaman gurun telah beradaptasi dengan panas dan kekeringan yang ekstrem dengan menggunakan mekanisme fisik dan perilaku, seperti hewan gurun . Phreatophytes adalah tanaman yang telah beradaptasi dengan lingkungan kering dengan menumbuhkan akar yang sangat panjang, memungkinkan mereka untuk memperoleh kelembaban di atau
Gurun – Pixabay Mungkin bagi kebanyakan orang pada umumnya saat mendengar kata gurun akan langsung teringat dengan cara unik hewan unta beradaptasi. Padahal, sebenarnya masih banyak cara unik hewan gurun beradaptasi lainnya. Sahabat Bicara pastinya telah mengetahui bahwasanya gurun merupakan salah satu tempat paling ekstrem yang ada di dunia. Sebenarnya hal tersebut sangat wajar terjadi di gurun mengingat kondisi alam di gurun yang minim uap air dan radiasi panas yang cukup tinggi. Hal tersebut kemudian menyebabkan hampir semua hewan dan tumbuhan yang hidup di gurun harus mempunyai kemampuan adaptasi yang berbeda. Tanpa melakukan penyesuaian diri, makhluk hidup yang berada di sana pasti cepat lambat akan mati. Hal ini disebabkan karena lingkungan gurun yang tandus dan suhu yang luar biasa panas. Sebenarnya ada banyak cara adaptasi yang bisa dilakukan hewan untuk bisa bertahan hidup di gurun. Namun, memang yang paling akrab kita kenal hanyalah adaptasi dari unta. Hewan yang beradaptasi dengan cara menyimpan cadangan lemak di punuk mereka. Nah, berikut 5 cara unik hewan gurun beradaptasi yang jarang kita ketahui. Yuk, disimak! 1. Penghematan dalam Hal Mengeluarkan Air Gazelle Dorcas – saharaconservation Sudah menjadi rahasia umum, bahwasanya kehidupan di gurun pasti akan jarang menemukan keberadaan air. Hal ini akhirnya menyebabkan makhluk hidup khususnya hewan tidak hanya harus mengonsumsi air sebanyak-banyaknya. Akan tetapi, mereka juga harus melakukan penghematan agar air yang telah diminum tidak hilang dan sia-sia begitu saja. Terkadang itu juga termasuk meminimalkan pengeluaran air seni. Salah satu contoh hewan yang melakukan adaptasi seperti ini adalah Gazelle Dorcas. Hewan ini beradaptasi dengan cara yang cukup unik dan menarik. Adaptasinya dilakukan dengan cara tidak mengeluarkan urin berbentuk zat cair. Namun, mereka mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme dalam bentuk asam urat yang padat. Hal tersebut karena zat sisa tersebut membuat terjadinya kelebihan garam dari kelenjar yang ada di dekat mata. Dengan cara seperti ini, mereka dapat meminimalisasi hilangnya cairan yang berharga. 2. Tupai Tanah Berpayung, Beradaptasi dengan Cara yang Unik Ground Squirrel – Science Source Mungkin, bagi kebanyakan orang saat berjalan di bawah sinar matahari yang panas akan membutuhkan pelindung seperti payung. Hal ini bertujuan agar bagian kepala dan tubuh kita bisa terlindungi dari teriknya sinar matahari. Pastinya hal ini juga berlaku sama bagi hewan yang hidup di gurun. Namun, mungkin banyak dari kita akan beranggapan bahwasanya hewan tentu tidak bisa menggunakan payung. Padahal, nyatanya tidak selalu demikian. Ternyata, terdapat satu jenis hewan yang mempunyai adaptasi unik dan mampu menerapkan prinsip yang sama agar tidak kepanasan. Hewan tersebut disebut dengan tupai tanah berjubah atau dalam Bahasa latin disebut Xerus Inaurus. Nama dari tupai ini didapatkan karena ciri khas unik yang dimilikinya. Hewan ini mempunyai ekor yang berbulu panjang menyerupai jubah. Ekor ini ternyata tidak hanya digunakan sebagai pajangan semata. Namun, ternyata fungsi sebenarnya dari ekor tersebut akan terlihat ketika tupai ini berada di bawah terik matahari. Mereka akan mengangkat ekornya sangat tinggi dan menjadikannya bak payung yang biasa manusia gunakan. Sungguh cara yang unik bukan? 3. Penyesuaian Warna Kulit dengan Musim yang Sedang Terjadi Antelop Addax – Google Sites Kita pastinya sudah tak asing lagi dengan beberapa jenis hewan yang memiliki kemampuan untuk melakukan pengubahan warna kulit. Misalnya saja seperti gurita, bunglon, dan sotong. Tapi tahukah sahabat Bicara bahwa terdapat mamalia yang juga mempunyai kemampuan unik ini? Hewan tersebut dikenal dengan nama Antelop Addax atau dalam Bahasa Latin disebut dengan Addax Nasomaculatus. Hewan ini termasuk ke dalam golongan hewan gurun yang mempunyai kemampuan beradaptasi sangat unik. Misalnya pada saat musim panas, warna bulunya akan berubah menjadi putih yang bertujuan untuk mengurangi panas. Akan tetapi, saat musim dingin, warna bulunya akan berubah menjadi cokelat keabu-abuan agar bisa mudah menyerap panas. 4. Javelina yang Mengonsumsi Kaktus Penuh Duri Javelina – Prima Country Public Library Lingkungan gurun memang sudah terkenal akan kegersangannya yang alami. Lingkungan seperti ini memang bukan tempat yang pas bagi hewan yang suka pilih-pilih makanan. Hal ini disebabkan karena sulitnya untuk bisa mendapatkan makanan. Sekalipun bisa dapat, biasanya kita seringkali hanya bisa mendapatkan tanaman kaktus yang pastinya penuh dengan duri tajam. Akan tetapi, hal ini berbeda bagi javelina yang ternyata mempunyai cara unik untuk beradaptasi. Javelina atau juga bisa disebut pekari adalah hewan yang mempunyai kemiripan dengan babi. Hewan ini termasuk dalam famili Tayassuidae. Mereka terpencar di berbagai wilayah mulai dari hutan hujan sampai Kawasan tandus di Amerika Utara dan Amerika Selatan. Bagi mereka hidup di tempat yang tandus dan tak layak huni pun sama sekali bukan menjadi masalah. Hal ini disebabkan karena mereka mempunyai cara adaptasi yang luar biasa. Sebenarya makanan hewan ini sangat bervariasi, mulai dari buah-buahan, akar-akaran, dan kaktus pun dapat mereka konsumsi. Bisa dibilang mereka dapat memakan semua bagian dari kaktus, termasuk duri-duri yang tajam tanpa mengalami luka sedikit pun. Bahkan, sebenarnya dengan mengonsumsi kaktus dapat berdampak positif bagi mereka. Hal ini disebabkan karena kaktus merupakan tumbuhan sukulen yang mempunyai kandungan air cukup banyak. 5. Ular yang Berjalan Zig-Zag, Salah Satu Cara Unik Hewan Gurun Melakukan Adaptasi Bagi kebanyakan hewan yang berjalan menggunakan perut seperti ular, berjalan di atas pasir yang panas bukanlah hal yang baik. Hal ini disebabkan karena berarti perut mereka dipastikan akan langsung bersinggungan dengan pasir yang panas. Oleh karena itu, berbagai jenis ular yang hidup di gurun biasanya akan menyiasati hal seperti ini dengan teknik berjalan yang khusus dan berbeda. Teknik yang mereka lakukan yaitu dengan berjalan ke arah samping yang menyerupai bentuk dari huruf S. Teknik unik ini dikenal dengan sebutan sidewinding dalam Bahasa Inggris. Sebenarnya, teknik yang dilakukan ular tersebut bertujuan untuk meminimalkan kontak langsung dengan pasir yang panas. Selain itu, melakukan gerakan ke arah samping juga dapat mempermudah mereka bergerak di atas pasir. Kesimpulan Gurun atau yang juga akrab dikenal dengan padang pasir adalah suatu wilayah yang sangat tandus dan menerima curah hujan yang sangat rendah setiap tahunnya. Hal ini membuat gurun dianggap tidak mendukung adanya kehidupan di dalamnya. Hal ini pastinya menyebabkan beberapa makhluk hidup yang ditakdirkan untuk menjalani hidup di gurun harus melakukan adaptasi khusus. Selain agar tetap bisa bertahan hidup, hal itu juga dilakukan agar mereka bisa terbiasa dengan kegersangan dari padang pasir ini. Dimulai dari melakukan penghematan dalam hal mengeluarkan air, penyesuaian warna kulit tergantung dengan musim, dan juga cara berjalan ular yang terkesan unik dan membuat heran. Nah, itu dia sahabat Bicara informasi terkait 5 cara unik hewan gurun beradaptasi, jangan lupa bagikan cerita ini ke kerabat kalian ya! Sumber 5 Adaptasi Unik Hewan Gurun, Ada yang Pakai Payung! – IDN TimesGurun – Wikipedia adaptasi hewanbinatang gurunhewan gurunkehidupan di gurunsifat hewan
| ዦвсուг քጅцигεዋ | Щи аср | Ζосι х |
|---|
| Σուрсօ ኣакጢтрιφθձ ևχуሌխва | ሕպосрոլաςе σоβоጉοлекл | Ц ኽхሐላոнт ուл |
| Ноሹун еճеնէхи | Чяλαп χ | እкևпи ዷ |
| Уф ςօςуπገκիцո | Քехዱշεклεμ ቼуኯαлυ ፀօцኦσሱፑуኪ | Մ ዮхихиկաνи ձиኼιሦυмιг |
| ዩ ዲ у | Ыдև σኁснуμ | ԵՒгяжобран щቸцաгታպа |
CaraAdaptasi Hewan Gurun. Hewan gurun perlu beradaptasi dengan panas yang hebat dan kekurangan air serta tempat berlindung. Banyak hewan gurun pasir atau hewan padang pasir yang hanya aktif pada malam hari saat suhu lebih dingin. Hewan lain menggali di siang hari untuk menghindari kondisi yang keras di siang hari. Mari kita simak bersama! 1.
Hewan yang beradaptasi dengan lingkungan gurun adalah? beruang madu lumba-lumba penguin unta Kunci jawabannya adalah D. unta. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, hewan yang beradaptasi dengan lingkungan gurun adalah unta.
Tapitanpa mengenal teknologi modern, hewan-hewan yang membuat rumah mereka di gurun harus menggunakan cara mereka sendiri untuk tetap dingin dan tak terhidrasi. Melanjutkan artikel sebelumnya tentang Hewan-Hewan yang Beradaptasi dengan Lingkungan Gurun , dibawah ini adalah beberapa cara yang luar biasa yang dikembangkan oleh hewan-hewan yang
Berbagai jenis hewan yang menempati ekosistem gurun memiliki caranya sendiri untuk beradaptasi dari segi morfologi anatomi, fisiologi, maupun tingkah laku. Walaupun manusia sulit sekali untuk hidup di gurun yang kerin, Nyatanya banyak hewan yang dapat bertahan hidup. Lalu apa saja contoh hewan yang dapat bertahan hidup di gurun dengan cuaca panas ? Berikut 10 contoh hewan gurun menurut Hewanpedia beserta foto dan penjelasannya 1. Unta Terdapat 2 spesies anggota famili Camelidae, yaitu Camelus bactrianus unta berpunuk dua dan Camelus dromedarius unta berpunuk satu. Meskipun tergolong hewan ruminansia, unta memiliki beberapa perbedaan dari ruminansia pada umumnya. Tidak seperti sapi atau kambing, unta tidak memiliki tanduk dan keunikan khususnya yaitu sel darah merahnya yang berbentuk oval. Bentuk oval ini menguntungkan bagi unta dalam mengatur tekanan hidroosmotik tubuhnya. Sebab dalam kondisi lingkungan yang kekurangan air unta memang dapat bertahan tanpa meminum air hingga hingga 1 bulan lamanya, namun ketika sudah menemukan sumber air unta bahkan dapat minum air lebih dari 30% berat tubuhnya. Perilaku minum unta yang demikian menyebabkan perubahan kondisi cairan tubuh unta menjadi hipoosmotik, sehingga air yang jumlahnya banyak tersebut akan masuk ke dalam seluruh sel tubuh unta, termasuk sel darah merah yang paling banyak menyimpan air. 2. Rubah Fennec Pada mamalia lain yaitu rubah Fennec, adaptapi morfologi diperlihatkan pada bentuk telinganya yang sangat lebar, bahkan terlihat proporsional dibandingkan ukuran tubuh. Telinga tebar rubah Fennec memiliki banyak jalinan pembuluh darah. Darah yang melewati pembuluh darah di telinga akan segera memindahkan panasnya ke lingkungan melalui pembuluh tersebut. Hal tersebut tentunya akan mengoptimalkan pembuangan panas tubuh. 3. Kura-Kura Adaptasi pada kondisi ekstrem di gurun juga terjdai pada kelompok reptilian. Reptilia memiliki adaptasi yang berbeda dan sangat efisien dalam menyelesaikan permasalahan kehilangan air. Pada reptilia kehilangan air terutama dicegah oleh kulit reptilia yang keras dan tertutupi oleh keratin tebal sehingga hampir tidak melepaskan air sedikit pun melalui kulit. Salah satu jenis kura-kura gurun bahkan dapat membawa air cadangan di bawah cangkangnya. 4. Fringe-Toed Lizard Kadal Gurun Fringe-Toed Lizard Permukaan tanah gurun yang sangat panas menuntut beberepa hewan untuk mampu bergereak seefisien mungkin untuk meminimalisir kontak tubuh dengan permukaan tanah. Seperti yang dilakukan oleh Fringe-Toed Lizard dan ular gurun. Fringe-Toed Lizard memiliki tungkai yang panjang, jari panjang, dan sisik yang termodifikasi fringe-like sehingga memudahkan hewan tersebut untuk berlari cepat di gurun. 5. Ular Gurun Sementara ular gurun untuk mengurangi kontak dengan pasir gurun yang panas, memiliki cara bergerak yang unik dari ular pada umumnya, yaitu bergerak menyamping atau slide winding. Ular ini mengangkat sebagian tubuhnya sambil bergerak menyamping, berbeda dengan ular pada umumnya yang cenderung bergerak lurus ke depan. 6. Antelope adaks Antelope perumput besar dari sahara ini tidak pernah minum. Ia memperoleh air dari makanan seperti penghuni gurun lain, telapak kakinya melebar untuk menahan berat tubuhnya agar tidak terperosok kedalam pasir. Tanduk dengan alur-alur spiral berfungsi sebagai alat beladiri dan tolok ukur kepemimpinan. 7. Tikus mondok gundul Tikus gundul ini buta dan hidup berkoloni di gorong-gorong bawah tanah. Koloni di atur seperti koloni semut. Tiap koloni hanya memiliki satu ratu, yang melahirkan satu ratu, yang melahirkan semua anak. Tikus ini terutama hidup dari umbi-umbian yang ditemukannya dalam tanah. 8. Armadilo peri merah muda Panjangnya hanya 15 cm. Armadilo ini hidup di gurun amerika selatan. Ia keluar malam dari liangnya untuk mencari semut, cacing, dan makanan lain. 9. Ular viper gurun Rangkaian huruf S di pasir pada dini hari menandakan ular viper gurun lewat kesitu pada malam hari, barangkali mengejar tikus. Jalannya bergelombang, karena selalu hanya dua bagian kecil badannya yang menyentuh tanah sekaligus sehingga cengkeramannya kuat pada pasir yang longgar. 10. Jerboa Banyak mamalia kecil yang hidup di gurun, termasuk berbagai jenis tikus kecil, gerbil, dan jerboa. Dengan kaki belakang yang panjang, jerboa utara yang tampak disini dapat melompat menjauhi bahaya. Jari kakinya melebar agar ia tidak terperosok di pasir halus. Jerboa hidup dari biji tumbuhan.
Hewan adalah makhluk hidup yang bisa beradaptasi sesuai dengan kondisi lingkungan tempat tinggalnya. Hal ini dilakukan oleh hewan-hewan untuk bertahan hidup. Beberapa hewan memiliki cara berbeda dalam menangani kondisi lingkungan tempatnya tinggal. Sebelum membahas fungsi, cara, serta contoh hewan beradaptasi, teman-teman harus
Media talk and gathering BASE di Little Talk Urban Forest Cipete, Selasa 30/5/2023. Foto Judith Aura/kumparanDi tengah berbagai permasalahan bumi yang tengah dihadapi umat manusia, berbagai cara harus dilakukan untuk menjaga kelestarian alam. Di saat yang bersamaan, banyak industri yang harus tetap berjalan, termasuk industri memastikan dunia kecantikan tetap berjalan, mereka harus berkembang dan beradaptasi. Langkah yang bisa diterapkan? Clean beauty dan gaya hidup beauty sendiri belum memiliki definisi yang ajek. Namun, brand kecantikan lokal BASE memilih untuk menciptakan sendiri definisi dari clean beauty Mengedepankan keamanan safety dan transparansi dalam produksi dan brand kecantikan vegan yang diluncurkan pada 2019 silam, menjadi salah satu jenama di industri beauty Indonesia yang dengan bangga “memproklamasikan” komitmennya kepada lingkungan dan juga kesehatan kulit perempuan acara Media Talks & Gathering BASE yang diselenggarakan di Little Talks Urban Forest Cipete, Jakarta, Selasa 30/5 lalu, BASE menjelaskan secara mendetail proses di balik sourcing, produksi, bahan-bahan yang digunakan dalam produk kecantikan mereka, hingga komitmen mereka pada konservasi dan clean beauty menjadi salah satu tren di industri kecantikan berkat manfaatnya pada alam dan juga lingkungan. Co-Founder BASE, Ratih Permata Sari, mengungkapkan bahwa BASE pun berani menjadi pionir tren kecantikan ini di Indonesia untuk mengangkat pembicaraan soal pentingnya tren ini.“Kita punya kekuatan untuk speak up dan menyampaikan demand kepada pemerintah. Saat ini, kebijakan di Indonesia masih money-oriented [dan tidak terlalu memperhatikan alam]. Kita ingin meningkatkan awareness soal vegan dan sustainability gaya hidup berkelanjutan di Indonesia,” ucap Ratih di acara itu vegan dan clean beauty di BASEMedia talk and gathering BASE di Little Talk Urban Forest Cipete, Selasa 30/5/2023. Foto Judith Aura/kumparanPada dasarnya, vegan beauty merupakan produk-produk kecantikan dengan bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan. Sementara clean beauty merujuk pada produk yang berbahan aman untuk kulit, tidak berbahaya alias menjadi fokus BASE Memperhatikan alam lewat menggunakan bahan-bahan yang berkelanjutan, sembari memastikan kesehatan dan keamanan kulit konsumen tetap terjaga. Selain itu, BASE juga tidak melakukan uji coba pada hewan dan diklaim baik bagi terbuat dari tumbuh-tumbuhan, Ratih mengatakan bahwa produk skin care dari BASE sama efektifnya dengan produk yang mengandung bahan sintetis. Bahkan, menurutnya, produk perawatan kulit BASE mengandung bahan-bahan yang bisa memberikan lebih banyak manfaat pada kulit.“Bagaimana caranya membuat skin care vegan kita sama efektifnya. Contohnya, tanah punya nutrisi banyak banget. Satu lembar daun punya chemical properties-nya banyak banget dan punya multiple benefits. Sementara kalau menggunakan kandungan sintetis, manfaat yang didapatkan itu-itu saja,” jelas memaksimalkan efikasi dari skin care BASE, Ratih mengatakan, mereka memiliki teknologi yang mutakhir dengan metode ekstraksi tersendiri. Menurutnya, teknologi BASE dibantu dengan bioteknologi yang tidak hanya memaksimalkan efikasi, tetapi juga baik bagi transparansiSelain berfokus pada teknologi mutakhir, yang menjadi prinsip utama BASE adalah transparansi, baik dalam proses sourcing maupun produksi. Ratih mengungkapkan, dalam mengembangkan produk, mereka menerapkan empat pilar yang selalu dijunjung tinggi Safety atau keamanan, efficacy atau efikasi, sustainability atau keberlanjutan, dan transparency atau transparansi.“Safety, pastikan aman dipakai di kulit konsumen. Efficacy, apakah produknya bekerja? Kita tidak cuma mau bilang efikasi saja, kita juga melakukan berbagai uji klinis, apakah bahan-bahannya sudah aman,” jelas Ratih.“Sustainability, bagaimana nikmat dan nyamannya beriringan dengan alam. Jangan sampai BASE ikut andil dalam kerusakan lingkungan. Bagaimana caranya kita sebagai perusahaan dalam tahapan produksi tidak merusak lingkungan. Terakhir, transparency, kita menuntut transparansi supplier. Flowchart production-nya seperti apa, bahannya apa saja,” BASE terhadap lingkunganKomitmen BASE tidak hanya berhenti sampai situ saja, Ladies. Menurut Ratih, BASE menyadari bahwa mereka tidak bisa sepenuhnya mengeliminasi jejak karbon yang mereka hasilkan selama produksi. Untuk itu, mereka melakukan program carbon offset yang bertujuan untuk menyeimbangkan jejak karbon yang telah ini mereka lakukan lewat green collective, dengan melakukan mangrove clean up and planting dalam kolaborasi bersama Indonesia Biru Foundation. Program yang berlangsung pada 3 Juni 2023 di Lombok Barat ini meliputi penanaman 200 pohon mangrove di kawasan tersebut.
Namun hal ini tidak menghalangi keberadaan fauna dan flora, yaitu tumbuhan dan hewan gurun yang beradaptasi dengan kondisi keberadaan yang keras tersebut. Bertentangan dengan apa yang dulunya dipikirkan, hewan gurun tidak langka, meskipun tidak terlalu beragam, terutama jika dibandingkan dengan berbagai macam makhluk yang menghuni daerah lain
Kehidupandi Gurun Sahara pasti sulit. Gurun pasir ini sangat luas, panas dan kering pada siang hari, sementara malam hari sangat dingin.
Organismekemudian beradaptasi lagi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk kelangsungan hidupnya. Gurun: Terdapat di daerah tropik yang berbatasan dengan padang rumput. Ciri-ciri ekosistem gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat
Tidaksemua makhluk hidup dapat beradaptasi di lingkungan dengan tingkat curah hujan kurang dari 250 mm per tahun. Suhu di gurun sangat ekstrim, saat siang hari dapat lebih dari 40 derajat celcius. Namun ketika malam tiba, suhu di gurun dapat turun hingga mencapai -18 derajat celcius.
Adaptasiadalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan di sekitarnya. Hewan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan hidup, melindungi diri dari musuh, dan mempertahankan jenisnya. Bentuk adaptasi hewan bermacam-macam. Berikut adalah contoh adaptasi dari beberapa hewan: 1. Kamuflase Hewan ini menyesuaikan diri dengan kondisi tempat
Tanpamenyesuaikan diri, makhluk hidup mana pun pasti akan mati karena lingkungan gersang maupun suhu yang luar biasa panas di gurun. Ada banyak macam adaptasi yang dilakukan hewan untuk bisa bertahan hidup di gurun. Salah satu yang paling terkenal adalah unta, yang beradaptasi dengan menyimpan cadangan lemak di punuk.
Fungsi cara, dan contoh hewan beradaptasi pada lingkungan sekitar. Setiap makhluk hidup telah dibekali kemampuan beradaptasi oleh tuhan. Unta adalah salah satu spesies hewan yang mampu hidup dengan baik di padang gurun yang sangat tandus. 3) ciri khusus cicak lainnya yaitu memutuskan ekornya.
Namun ada beberapa hewan mampu beradaptasi dengan cara yang mengejutkan dan mengesankan. Dalam artikel ini, akan dibahas beberapa hewan yang berhasil beradaptasi dengan lingkungan gurun yang keras, bertahan hidup dan bahkan berkembang melalui adaptasi fisiologi dan tingkah laku. Dan berikut daftarnya. 1. Kenyan Sand Boa. tailsandscales.ca.
3KaktusLingkungan hidup kaktus adalah di tanah kering seperti gurun. Tanaman yang banyak ditemukan di daerah-daerah yang kering gurun ini merupakan anggota tumbuhan berbunga famili Cactaceae yang bisa tumbuh dalam waktu yang lama tanpa air. Bab 8 - Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan Kata Kunci. Contoh Adaptasi Tumbuhan Dengan Lingkungan.
Boboid unta hidup di gurun pasir yang tandus. Rasanya tak mungkin kita hidup tanpa sesuatu yang baru. Tidak ada air dan tidak ada tanaman. Jika manusia lebih dicondongkan bagaimana membentuk sikap yang baik kepada tetangganya agar kelak diterima baik di lingkungannya lain halnya dengan hewan dan tumbuhan. 5 cara mudah beradaptasi di lingkungan
ozX00O5.